Rabu, 22 Februari 2012

Penyebab Software Error


Manajemen Kualitas
oleh
Dian Lukitasari   -5209 100 038-
Rizka Marsa Pramadani -5209 100 044-
 
Terdapat 9 faktor yang menjadi penyebab error pada software, yaitu :

1.      Faulty requirement definition
2.      Client-developer communication failures
3.      Deliberate deviation from SW requirements
4.      Logical design errors
5.      Coding errors
6.      Non-compliance with documentation and coding instructions
7.      Shortcomings of the testing process
8.      Procedure errors
9.      Documentation errors

Berikut adalah penjelasan dari salah satu penyebab diatas berikut dengan studi kasus serta solusinya.

Faulty requirement definition merupakan error yang disebabkan oleh kesalahan dalam menganalisa kebutuhan dari klien. Dalam Faulty requirement definition, suatu software perlu diketahui dahulu apa yang dimaksud dengan software requirement. Berdasarkan sumber – sumber yang didapat. Software requirements berisikan kebutuhan dan kendala yang ditempatkan pada produk perangkat lunak yang memberikan kontribusi pada solusi dari beberapa masalah dunia nyata.
Berikut merupakan gambaran dari keseluruhan proses Software Requirement atau Analisa Kebutuhan Perangkat Lunak :

Setiap prosesnya perlu ada yang dilakukan agar analisa kebutuhan berjalan dengan baik dari awal sampai akhir pengerjaannya dan tidak terjadi kesalahan :
Perlu di perhatikan pula pada saat analisa kebutuhan. Ada 2 kebutuhan yang mempengaruhinya yaitu :
  •   Kebutuhan fungsional yakni menggambarkan fungsi yang dijalankan oleh perangkat lunak
  • Kebutuhan non fungisonal adalah sesuatu yang bertindak membatasi solusi. Kebutuhan non fungsional terkadang disenut sebagai batasan atau kebutuhan kualitas. Dan untuk lebih lanjut kebutuhan ini dapat diklasifikasikan ke dalam kebutuhan kinerja, kebutuhan pemeliharaan, kebutuhan keselamatan, kebutuhan keandalan, atau salah satu dari banyak jenis kebutuhan perangkat lunak

Menganalisa kebutuhan merupakan hal yang paling utama dalam mengembangkan software. Dikarenakan analisa kebutuhan yang tidak tepat akan menghasilkan perangkat lunak yang tidak berguna karena dianggap tidak memenuhi yang diinginkan klien. Kurang hati-hati dan pelaksanaan yang tidak teliti, sehingga mengakibatkan terjadinya kesalahan analisa kebutuhan sungguh menimbulkan banyak kerugian. Dengan diperolehnya kebutuhan yang jelas dan benar sesuai dengan apa yang dimaksud oleh klien, menunjukkan langkah awal yang baik, yang akan membantu ketika kita melanjutkan kepada tahap berikutnya dalam pembuatan perangkat lunak.

Ada 3 faktor yang harus dipenuhi ketika melakukan analisa kebutuhan ini yaitu :
1.      Lengkap,
2.      Detail,
3.      dan Benar.

Lengkap berarti semua yang diharapkan oleh klien telah didapatkan oleh pihak yang melakukan analisa. Sedangkan detail maksudnya adalah berhasil mengumpulkan informasi yang rinci sampai hal-hal yang kecil. Semua data dari analisa kebutuhan ini haruslah benar, sesuai apa yang dimaksud oleh klien, bukan benar menurut apa yang difikirkan oleh pihak yang melakukan analisa.

Studi Kasus 

Suatu perusahaan software developer bernama PT Matahari bergerak dibidang software untuk POS (Point of Sale) yang digunakan di Toko-toko dan supermarket untuk transaksi dengan para pembeli dan juga untuk manajemen keluar masuk barang, dan pelaporannya. Sebuah supermarket Panama menginginkan komputerisasi di bisnis retail yang dijalankannya dengan memesan software tersebut ke PT Matahari. PT Matahari menawarkan software yang sudah dibuatnya dan banyak dipakai di beberapa supermarket dan mendemokan software tersebut pada pihak customer supermarket Panama. Ternyata ada beberapa system atau fitur yang tidak ada seperti yang diharapkan oleh customer dan fitur tersebut sangat diperlukan dalam operasi bisnis di supermarket Panama. Salah satunya adalah fitur diskon pembelian. PT Matahari menggunakan persentase dalam system diskon pembelian. Dari pihak supermarket Panama menggunakan system rupiah dalam sistem diskon pembelian karena pemberian diskon hanya diberikan pada pembeli-pembeli tertentu yang memenuhi syarat dan pertimbangan manajemen. Supermarket Panama juga menginginkan ada sistem pelaporan berupa grafik sehingga mudah dalam mengambil keputusan bisnis selanjutnya. Pihak customer menginginkan pelaporan harus sistematis, menarik, dan mudah untuk diambil kesimpulan.
Dari permasalahan tersebut diatas, perlunya requirement elicitation untuk mengindentifikasi kebutuhan costumer. Untuk mengubah fitur diskon pembelian dari sistem persen ke rupiah mungkin sudah jelas, dan terdefinisi dengan baik, dan relative mudah untuk dimengerti oleh pihak software developer. Namun untuk fitur pelaporan yang menarik, sistematis dan mudah untuk diambil kesimpulan merupakan permasalahan cenderung abstrak. Dan ini mungkin pekerjaan ini memerlukan beberapa kali revisi karena tidak sesuai dengan kebutuhan customer.

Solusi :

Sebaiknya pihak developer mencari aspek-aspek apa saja yang diinginkan dalam sistem pelaporan dan manajemen bisnis retail dan mendefinisikannya dalam requirement specification untuk ditetapkan sebagai acuan pembuatan software yang bisa dipahami oleh kedua belah pihak. Requirement specification ini digunakan sebagai batasan pekerjaan yang harus dikerjakan oleh software developer, sehingga ketika tahap testing, customer tidak lagi menuntut jika customer ternyata masih merasa ada requirement yang terlupakan pada software tersebut. Permintaan agar software tersebut menarik dan mudah dipahami sebaiknya developer mendesain GUInya terlebih dahulu sebelum memulai coding. Jika GUI sudah disetujui maka akan digunakan sebagai acuan untuk proyek pembuatan software. Namun sebaiknya pihak developer masih tetap fleksibel untuk melayani jika customer meminta perubahan pada desain atau requirement specification yang sudah ditetapkan bersama dengan pertimbangan tertentu misalnya, pihak customer harus mengganti biaya revisi.

Referensi :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar