Manajemen Kualitas
oleh
Dian Lukitasari -5209 100 038-
Rizka Marsa Pramadani -5209 100 044-
Terdapat 9 faktor yang menjadi penyebab error pada
software, yaitu :
1.
Faulty
requirement definition
2.
Client-developer
communication failures
3.
Deliberate
deviation from SW requirements
4.
Logical
design errors
5.
Coding
errors
6.
Non-compliance
with documentation and coding instructions
7.
Shortcomings
of the testing process
8.
Procedure
errors
9.
Documentation errors
Berikut
adalah penjelasan dari salah satu penyebab diatas berikut dengan studi kasus
serta solusinya.
Faulty
requirement definition
merupakan error yang disebabkan oleh kesalahan dalam menganalisa kebutuhan
dari klien. Dalam
Faulty requirement definition, suatu
software perlu diketahui dahulu apa yang dimaksud dengan software requirement.
Berdasarkan sumber – sumber yang didapat. Software requirements berisikan
kebutuhan dan kendala yang ditempatkan pada produk perangkat lunak yang
memberikan kontribusi pada solusi dari beberapa masalah dunia nyata.
Berikut
merupakan gambaran dari keseluruhan proses Software Requirement atau Analisa
Kebutuhan Perangkat Lunak :
Setiap
prosesnya perlu ada yang dilakukan agar analisa kebutuhan berjalan dengan baik
dari awal sampai akhir pengerjaannya dan tidak terjadi kesalahan :
Perlu
di perhatikan pula pada saat analisa kebutuhan. Ada 2 kebutuhan yang
mempengaruhinya yaitu :
- Kebutuhan fungsional yakni menggambarkan fungsi yang dijalankan oleh perangkat lunak
- Kebutuhan non fungisonal adalah sesuatu yang bertindak membatasi solusi. Kebutuhan non fungsional terkadang disenut sebagai batasan atau kebutuhan kualitas. Dan untuk lebih lanjut kebutuhan ini dapat diklasifikasikan ke dalam kebutuhan kinerja, kebutuhan pemeliharaan, kebutuhan keselamatan, kebutuhan keandalan, atau salah satu dari banyak jenis kebutuhan perangkat lunak
Menganalisa kebutuhan merupakan hal yang paling utama
dalam mengembangkan software. Dikarenakan analisa kebutuhan yang tidak tepat
akan menghasilkan perangkat lunak yang tidak berguna karena dianggap tidak
memenuhi yang diinginkan klien. Kurang hati-hati dan pelaksanaan yang tidak teliti,
sehingga mengakibatkan terjadinya kesalahan analisa kebutuhan sungguh
menimbulkan banyak kerugian. Dengan
diperolehnya kebutuhan yang jelas dan benar sesuai dengan apa yang dimaksud
oleh klien, menunjukkan langkah awal yang baik, yang akan membantu ketika kita
melanjutkan kepada tahap berikutnya dalam pembuatan perangkat lunak.
Ada 3
faktor yang harus dipenuhi ketika melakukan analisa kebutuhan ini yaitu :
1.
Lengkap,
2.
Detail,
3.
dan Benar.
Lengkap berarti semua yang diharapkan oleh klien telah
didapatkan oleh pihak yang melakukan analisa. Sedangkan detail maksudnya adalah berhasil mengumpulkan informasi yang rinci
sampai hal-hal yang kecil. Semua data dari analisa kebutuhan ini haruslah benar, sesuai apa yang dimaksud oleh
klien, bukan benar menurut apa yang difikirkan oleh pihak yang melakukan
analisa.
Studi Kasus
Suatu perusahaan software
developer bernama PT Matahari bergerak dibidang software untuk POS (Point of
Sale) yang digunakan di Toko-toko dan supermarket untuk transaksi dengan para
pembeli dan juga untuk manajemen keluar masuk barang, dan pelaporannya. Sebuah
supermarket Panama menginginkan komputerisasi di bisnis retail yang
dijalankannya dengan memesan software tersebut ke PT Matahari. PT Matahari
menawarkan software yang sudah dibuatnya dan banyak dipakai di beberapa
supermarket dan mendemokan software tersebut pada pihak customer supermarket
Panama. Ternyata ada beberapa system atau fitur yang tidak ada seperti yang
diharapkan oleh customer dan fitur tersebut sangat diperlukan dalam operasi
bisnis di supermarket Panama. Salah satunya adalah fitur diskon pembelian. PT
Matahari menggunakan persentase dalam system diskon pembelian. Dari pihak
supermarket Panama menggunakan system rupiah dalam sistem diskon pembelian
karena pemberian diskon hanya diberikan pada pembeli-pembeli tertentu yang
memenuhi syarat dan pertimbangan manajemen. Supermarket Panama juga
menginginkan ada sistem pelaporan berupa grafik sehingga mudah dalam mengambil
keputusan bisnis selanjutnya. Pihak customer menginginkan pelaporan harus sistematis,
menarik, dan mudah untuk diambil kesimpulan.
Dari permasalahan tersebut
diatas, perlunya requirement elicitation untuk mengindentifikasi kebutuhan
costumer. Untuk mengubah fitur diskon pembelian dari sistem persen ke rupiah
mungkin sudah jelas, dan terdefinisi dengan baik, dan relative mudah untuk
dimengerti oleh pihak software developer. Namun untuk fitur pelaporan yang
menarik, sistematis dan mudah untuk diambil kesimpulan merupakan permasalahan
cenderung abstrak. Dan ini mungkin pekerjaan ini memerlukan beberapa kali
revisi karena tidak sesuai dengan kebutuhan customer.
Solusi :
Sebaiknya pihak developer
mencari aspek-aspek apa saja yang diinginkan dalam sistem pelaporan dan
manajemen bisnis retail dan mendefinisikannya dalam requirement specification
untuk ditetapkan sebagai acuan pembuatan software yang bisa dipahami oleh kedua
belah pihak. Requirement specification ini digunakan sebagai batasan pekerjaan
yang harus dikerjakan oleh software developer, sehingga ketika tahap testing,
customer tidak lagi menuntut jika customer ternyata masih merasa ada
requirement yang terlupakan pada software tersebut. Permintaan agar software
tersebut menarik dan mudah dipahami sebaiknya developer mendesain GUInya
terlebih dahulu sebelum memulai coding. Jika GUI sudah disetujui maka akan
digunakan sebagai acuan untuk proyek pembuatan software. Namun sebaiknya pihak
developer masih tetap fleksibel untuk melayani jika customer meminta perubahan
pada desain atau requirement specification yang sudah ditetapkan bersama dengan
pertimbangan tertentu misalnya, pihak customer harus mengganti biaya revisi.
Referensi :

Tidak ada komentar:
Posting Komentar