Function point (FP) adalah metode salah satu metode
pengukuran volume software. Volume software dapat berguna untuk perencanaan
sumber daya, biaya, dan durasi saat pengembangan software. Pengukuran volume
software dilakukan berdasarkan pada skala kompleksitas pada software. Selain
berguna untuk perencanaan sumber daya, biaya dan durasi, bagi pengembang,
menghitung software berguna untuk mengevaluasi kualitas produk dengan cara
membandingkan volume sistem dengan banyaknya error (Error-count) dalam software
yang di kembangkan.
Keunggulan
Keunggulan metode
Function Point ini adalah kemampuannya untuk menyediakan perkiraan volume
proyek dalam bentuk sumber daya pengembangan yang dibutuhkan, sebelum proyek
tersebut berjalan. Penggunaan metode ini juga dapat mencegah atau mengurangi
resiko dari kesalahan manajerial karena kesalah pahaman pada perencanaan biaya
proyek.
Perhitungan
Perhitungan metode
ini didasarkan pada ukuran banyak dan kompleksitas fungsi yang diinginkan dalam
proyek. Function point harus dihitung melalui dokumentasi requirement
fungsional sistem. Metode ini terdiri dari banyak varian yaitu terdapat pada
langkah atau tahapan yang ada maupun pada isi dari tiap tahapan. Berikut adalah
tahapan-tahapan perhitungan
Langkah 1: Menghitung Crude Function Points (CFP)
Jumlah dari komponen
fungsional sistem pertama kali diidentifikasi dan dilanjutkan dengan
mengevaluasi kuantitasi bobot kerumitan dari tiap komponen tersebut.
Perhitungan CFP melibatkan 5 komponen :
·
Jumlah macam apliaksi input
·
Jumlah macam aplikasi output
·
Jumlah macam aplikasi query online/ inquiry
·
Jumlah macam file/table logic yang terlibat
·
Jumlah macam interface eksternal
Langkah 2 Menghitung Relative Complexity Adjustment Factor (RCAF)
RCAF berfungsi untuk menghitung kesimpulan kompleksitas
teknik dari suatu sistem software dari subjek prespektik yang berpengaruh. Subjek-subjek
yang dinilai ialah sebagai berikut :
- · Kompleksitas kehandalan backup atau recovery
- · Kompleksitas komunikasi data
- · Kompleksitas pemrosesan terdistribusi
- · Kompleksitas kebutuhan kinerja
- · Kebutuhan lingkungan operasional
- · Kebutuhan knowledge pengembang
- · Kompleksitas updating file master
- · Kompleksitas instalasi
- · Kompleksitas aplikasi input, aoutput, query online, dan file
- · Kompleksitas pemrosesan data
- · Ketidak mungkinan penggunaan kembali kode-kode yang akan dibuat (non-reuseable)
- · Variaso organisasi pelanggan
- · Kemungkinan perubahan atau fleksibilitas
- · Kebutuhan kemudahan penggunaan
Penilaian dilakukan dengan skala pengukuran, berikut adalah
contoh form perhitungan RCAF
Langkah 3 Menghitung Function Point
Setelah selesai perhitungan RCAF, langkah terakhir adalah
menghitung nilai Function Point. Nilai FP untuk sistem software yang diberi penilaian
dihitung berdasarkan hasil dari tahap 1 dan 2 yang dimasukkan ke dalam
persamaan berikut :
FP =
CFP x (0.65 + 0.01 x RCAF)
Referensi :
M Dedi Iskandar, Kusrini, Implementasi Metode Function
Point untuk Mengukur Volume Software

